STRATEGI PEMULIHAN EKONOMI 2021 DENGAN KEKUATAN UMKM DAN SEKTOR KETENAGAKERJAAN

STRATEGI PEMULIHAN EKONOMI 2021 DENGAN KEKUATAN UMKM DAN SEKTOR KETENAGAKERJAAN

 
 
 

Pada pagi tadi (12/03/21) pihak Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga mengadakan seminar nasional dengan Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. Tema yang diangkat pada diskusi kali itu adalah “Penguatan Dukungan UMKM dan Sektor Ketenagakerjaan sebagai Pengungkit Pertumbuhan Ekonomi 2021” karena sedang marak beredar isu tentang pemberdayaan UMKM di kalangan masyarakat. Acara dimoderatori oleh Bu Thasya Pauline, SE., Plt. Kepala Bidang Sektor Eksternal, Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian. Dengan konsep acara luring dan daring (melalui zoom), Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., M.T., Ak., CMA, Rektor Universitas Airlangga, memberi sambutan. Kemudian Dr. (HC) Airlangga Hartato, MBT., MBA., Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, menyampaikan keynote speech secara virtual, serta Bapak Susiwijono, S.E., M.E., Sekretaris Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian memberikan pengantar singkat secara virtual tentang diskusi yang akan dilaksanakan.

6.png

Bapak Susiwijono, S.E., M.E. menyatakan bahwa ada empat pilar yang akan diusahakan untuk mendorong perekonomian. Empat pilar tersebut adalah konsumsi rumah tangga, investasi, belanja pemerintah, dan ekspor. Kemudian ada Undang-undang cipta yang diharapkan bisa mendorong perkembangan UMKM yang ada. Beliau juga menuturkan bahwa ketika Pandemi ini Pemerintah memaksimalkan dua hal; penanganan COVID dan pemulihan ekonomi.

Adapun jajaran narasumber yang hadir untuk berdiskusi dalam seminar ini adalah Dr. Rudi Purwono, SE., MSE., Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga. Sebagai pemapar pertama, beliau menyampaikan bahwa Potret Ketenagakerjaan di Tengah Pandemi COVID-19 dan Strategi Pemulihannya dalam Rangka Mendukung Pertumbuhan Ekonomi. Beliau menyampaikan bahwa TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) di Indonesia pada Agustus 2020 mengalami peningkatan yang cukup tinggi sebesar 1,84% dibandingkan dengan Agustus 2019.  Jumlah pekerja yang terdampak langsung COVID-19 menurut data BPS mencapai 5,09 juta orang dengan jumlah terbanyak di kelompok usia produktif. Di samping itu, UMKM memiliki proporsi yang cukup besar dalam PDB sehingga mengembangkan UMKM yang ada merupakan suatu cara yang sangat bagus dalam memulihkan ekonomi. Masalah terbesar yang dialami UMKM dalam pengembangan usaha adalah kekurangan modal dan keterbatasan pemasaran. Sikap entrepreneurship perlu dimunculkan untuk mendiring pengembangan UMKM sehingga aktivitasnya dapat meningkat. Salah satu strategi Pemerintah di bidang pendidikan perguruan tinggi, kebijakan pengembangan kualitas SDM Lulusan Perguruan Tinggi, juga merupakan usaha untuk menanggulangi masalah ekonomi ini.

Narasumber kedua ada Dr. Ir. Mohammad Rudy Salahuddin, MEM., Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan dan UMKM Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian. Beliau memparkan dampak Pandemi COVID-19 terhadap Ketenagakerjaan dan Kemiskinan. Beberapa hal yang dilakukan Pemerintah untuk memulihkan ekonomi adalah membuat Program Kartu Prakerja dengan hasil survey 88,9% penerima Kartu Prakerja mengatakan pelatihan Kartu Prakerja meningkatkan keterampilan kerja. Kemudian ada UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja sebagaimana yang dijelaskan oleh Sesmenko. Beliau menyebutkan, manfaat yang diperoleh dari UU ini adalah mendorong penciptaan lapangan kerja, memudahkan pembukaan usaha baru, dan mendukung pemberantasan korupsi. Sedangkan tujuan umum UU Cipta Kerja sendiri adalah untuk menciptakan lapangan kerja dan kewirausahaan melalui kemudahan berusaha serta menjamin hak-hak pekerja melalui perlindungan pekerja.

Pemateri selanjutnya yang berarti yang terakhir adalah Bapak Andrio Himawan Aji, SH, MM., Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Provinsi JATIM. Beliau menyampaikan pertumbuhan ekonomi makro yang menurun di tahun 2020. Dua tantangan dan peluang yang akan dihadapi Indonesia menurut penyampaian beliau adalah perkembangan digitalisasi di Indonesia dan perubahan pola bisnis global. Beliau juga menyebutkan program-program Pemerintah Provinsi Jawa Timur, seperti Pembinaan UMKM Paripurna, Program Pemberdayaan K-UKM Jawa Timur, dan lain sebagainya.

Seminar ini membuka mata para hadirin, baik yang luring maupun daring, bahwa UMKM merupakan salah satu pendorong ekonomi nasional yang tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Diperlukan adanya partisipasi aktif dari banyak Lembaga seperti pendidikan khususnya perguruan tinggi untuk ikut membantu mengembangkan UMKM yang ada di masyarakat sebagai wujud dari membantu memulihkan perekonomian.

Hits 72

FEB UA