PEMAHAMAN INVESTASI PADA MASYARAKAT UNTUK GENERASI PANDAI, GENERASI PUNYA RENCANA

PEMAHAMAN INVESTASI PADA MASYARAKAT UNTUK GENERASI PANDAI, GENERASI PUNYA RENCANA

 
 
 

Pada hari Kamis, 25 Maret 2021 jam 14.00 WIB, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga mengadakan webinar bersama pihak OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dengan tema “Ayo Rek Nyinom Jamu, Sinau Tur Bagi-bagi Ilmu”. Untuk memupuk semangat dan antisipasi hadirin, pihak panitia menyediakan sebuah kuis pre-test melalui platform Quizizz berisi pertanyaan seputar OJK, pegadaian, dan investasi, dengan 3 pemenang pertama yang akan mendapatkan hadiah menarik dari panitia.

Webinar ini dibawakan oleh dua MC, dibuka oleh Bu Dian Agustia, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga. Sebagai welcoming speech, beliau menyampaikan bahwa Universitas Airlangga telah bekerjasama dengan IMFS. Diadakannya webinar tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang sektor keuangan, akses ke sektor keuangan, kepada masyarakat. Selain itu khususnya bagi para generasi muda untuk lebih waspada dan mengetahui perbedaan investasi yang legal dan illegal karena akhir-akhir ini investasi cukup marak di kalangan masyarakat akibat Pandemi. Kemudian beliau juga menyebutkan bahwa investasi emas adalah salah satu instrumen investasi yang mudah adalah emas, yang bisa diakses secara online maupun offline.

Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian singkat dari Pak Damar Latri Setiawan, Direktur Jaringan, Operasi, dan Penjualan PT Pegadaian, yang menyatakan bahwa acara ini merupakan salah satu acara ulang tahun PT Pegadaian yang ke 120 tahun masih dengan tema “Generasi Pandai, Generasi Punya Rencana!”.

Diskusi berlangsung dipandu oleh moderator Bu Fitri Ismiyanti, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga. Dalam pembukanya tentang materi diskusi, beliau menyampaikan bahwa orang yang cerdas adalah yang tidak mempertimbangakan return, tapi mempertimbangan keseimbangan return dan resiko. Kunci investasi sendiri adalah yang pertama memastikan legalisasinya, dan yang kedua logis antara resiko dan keuntungan.

Pemateri pertama, yaitu Pak Tirta Segara, Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Yang Membidangi Edukasi dan Perlindungan Konsumen, dengan tema materi beliau adalah “Menjaga Kesehatan Keuangan di Masa Pandemi”. Beliau menyampaikan bahwa pekerjaan OJK ada 2, Preventif (edukasi) dan kuratif (pengaduan dan pengawasan) dengan 3 misi; mengatur, mengawasi SJK, dan melindungi konsumen. “Seperti kata Warren Buffet: Disisihkan, bukan disisakan. Sisihkan dulu, baru belanjakan. Jangan dibalik, dibelanjakan dulu!” Ujar Pak Tirta mengutip dari seorang tokoh.

Tips pengelolaan keuangan dari beliau, yaitu: pahami kondisi keuangan, memahami kebutuhan dan keinginan, menabung sebelum belanja, lunasi hutang, persiapkan dana darurat, serta pastikan legalitas ketika hendak berinvestasi.

20.png

Beliau juga sempat menjawab pertanyaan tentang Bitcoin dalam sesi tanya-jawab. Bitcoin merupakan sebuah instrumen investasi dengan resiko tinggi. Beliau memaparkan bahwa OJK tidak melarang berinvestasi dengan instrumen tersebut, akan tetapi dari pihak BI (Bank Indonesia) menyatakan bahwa Bitcoin bukan merupakan alat transaksi keuangan yang sah di Indonesia sehingga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, pihak OJK tidak bisa membantu apa-apa. Pihak OJK sendiri menyatakan bahwa Bitcoin tidak underlying, bukan merupakan instrumen investasi melainkan komoditas (yang karena itu diizinkan di Indonesia), dan tidak berada di bawah pengawasan OJK (Bitcoin berada di bawah pengawasan Bappepti).


Dalam penyampaiannya juga, Pak Tirta memberikan kontak OJK jika para nasabah atau masyarakat ingin bertanya singkat, bahkan untuk mempertanyakan legalitas sebuah lembaga investasi yang akan dijawab oleh sistem. Nomor yang bisa dihubungi adalah 08115757157. Beliau menghimbau kepada seluruh masyarakat khususnya pemuda untuk tidak segan-segan berinvestasi dan berkonsultasi kepada OJK, serta melapor jika terjadi sebuah pelanggaran dalam akad.

Pak Damar dari pihak pegadaian sebagai pembicara kedua menyampaikan tentang investasi emas. Beliau sangat menganjurkan bagi masyarakat terutama para pemuda untuk berinvestasi emas saja jika ingin mencari instrumen invetasi yang aman, karena emas tahan terhadap inflasi. Selain itu program Tabungan Emas milik Pegadaian mudah diakses secara online dengan saldo dalam bentuk emas yang bisa diambil kapan saja dalam bentuk emas, uang tunai, atau uang transfer. Kemudahan yang lain adalah nominal minimal yang kecil, yaitu seharga emas 0,01 gram dan jika meminjam dengan akad Rahn dengan nominal di bawah Rp1.000.000,- maka bunganya adalah 0%.

25.png

Beliau juga menyampaikan beberapa tips tentang investasi emas, yaitu: membeli emas di tempat yang terpercaya, harga emas mengikuti standar dunia, yaitu tidak sangat murah, dan dianjurkan untuk download Pegadaian Digital Service untuk melihat informasi update tentang harga emas dunia dan jika ingin bertransaksi dengan Pegadaian. Untuk pengecekan keaslian emas dan batu mulia lainnya, masyarakat bisa langsung mendatangi Pegadaian karena telah memiliki lab tercanggih di Indonesia. Sesuai dengan motto Pegadaian, “Mengatasi Masalah Tanpa Masalah”.

Hits 33

FEB UA